SMART CITY SEBAGAI DAYA TARIK KOTA
Pada hari Selasa (5/11) kemarin, saya mengunjungi Pameran Gerakan 100 Kota Smart City. Gerakan 100 Kota Smart City merupakan pameran yang diadakan oleh Pemerintah dalam upaya untuk mengembangkan kotanya masing-masing melalui Smart City. Acaranya diadakan mulai dari tanggal 4-6 November 2019 bertempat di Balai Sudirman, Jakarta. Saya kemarin mengunjungi beberapa stand-stand Pemkot & Pemkab. Ada beberapa stand-stand Pemkot & Pemkab yang tersedia di Pameran ini. Ada dari Kota Bandung, Kota Denpasar, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kota Pekanbaru, Kota Makassar, Kota Jambi, Kota Palembang, Kota Cirebon, Kota Solok, Kota Padang, Kota Banjarmasin, Kota Manado, Kota Solo, dan Kota-kota lainnya di seluruh Indonesia. Untuk Kabupaten ada Kabupaten Siak, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Jember, Kabupaten Bandung, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Banyuasin, Kabupaten Muara Enim, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Sumenep, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Tuban, dan Kabupaten lainnya di seluruh Indonesia.
Saya perlahan-lahan paham mengenai Smart City dan terkesan tahu mengenai Smart City. Smart City bukan hanya sekedar untuk menjadikan kota atau daerah tersebut menjadi Kota yang maju tetapi bagaimana suatu Kota atau daerah tersebut bisa ramah dengan masyarakat dan memudahkan masyarakat. Seperti contohnya pelayanan-pelayanan yang tersedia melalui aplikasi Smart City. Pada aplikasi tersebut, Masyarakat bisa secara mudah menggunakan akses tersebut untuk hal-hal tertentu. Misalnya membuat e-KTP, Kartu Keluarga, Akta Kelahiran, Surat Keterangan dan lainnya dengan satu aplikasi dan masyarakat tidak perlu jauh-jauh ke Kantor Kelurahan jadi tinggal menggunakan aplikasinya langsung diproses. Gunanya sistem seperti ini adalah untuk memangkas birokrasi dan mempermudah Masyarakat. Oleh karena itu, dengan adanya beberapa aplikasi yang bisa memudahkan masyarakat, maka akan terwujudnya pemerintahan yang smart governance. Selain masyarakat bisa mengurus administrasi kependudukan dengan mudah, masyarakat juga bisa melakukan pengaduan di dalam aplikasi tersebut apabila terjadi kebakaran, banjir, jalan rusak, kerusuhan, dan lain sebagainya. Selain itu, masyarakat juga bisa menggunakan layanan ambulans, layanan dokter dan bidan, bayar pajak, dan lain sebagainya.





Komentar
Posting Komentar