KOTA TUA SERASA BERADA DI EROPA


Pada kali ini, gue akan memposting perjalanan saya di kawasan Kota Tua Jakarta Barat, tepatnya di kawasan Kali Besar. Pada hari Minggu tanggal 25 November 2018 lalu, gue sama teman gue mengisi waktu berakhir pekan dengan mengunjungi Kawasan Kota Tua tepatnya di Kawasan Kali Besar. Pernah mendengar Kawasan Kali Besar ? atau ada yang udah pernah ke Kawasan Kali Besar ? Nah.. kalau belum tahu Kawasan Kali Besar ada dimana tepatnya berada di belakang Museum Fatahillah. Jaraknya tidak terlalu jauh dari Museum Fatahillah kok. Kawasan Kali Besar salah satu tempat yang instagramable loh, kenapa ? karena kawasan ini baru aja direvitalisasi oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Kawasan Kali Besar ini mirip banget sama Eropa, kenapa kok mirip sama Eropa ? karena jalur pedestriannya menggunakan batu andesit layaknya perkotaan di Eropa.




Kawasan Kali Besar yang baru direvitalisasi yang dikelilingi bangunan berserjarah


Kawasan Kali Besar ini juga terinspirasi dari Sungai Cheonggyecheon yang ada di Seoul, Korea Selatan pokoknya bagus banget deh. Oh iya, btw, gue sekalian cerita juga nih sejarah dari Kawasan Kali Besar ini. Berdasarkan beberapa sumber-sumber yang gue baca tentang Kawasan Kali Besar ini, Kawasan ini merupakan pusat perekonomian dan perdagangan pada masa VOC dimana terdapat bangunan-bangunan untuk pembuatan dan perbaikan kapal kapal serta orang-orang kuli atau budak bekerja. 
Jadi gaessss, pada jaman VOC dulu, kawasan sekitar Kali Besar ini dulunya merupakan kawasan perniagaan bisa dibilang pusat bisnisnya pada masa VOC dulu disini.

Daerah ini juga dipandang sebagai daerah kediaman kelas elit atau orang-orang kaya pada awal abad ke-18 dan menjadi daerah pusat kantor-kantor Perdagangan Internasional. Salah satu contohnya adalah bangunan Toko Merah. Banyak rumah orang Tionghoa yang ada di Kawasan Kali Besar ini yang dibakar pada tahun 1740. 

Dari beberapa sumber yang gue baca juga nih, Kawasan Kali Besar sempat beberapa kali mengalami berubah alih fungsi, setelah Ciliwung diluruskan pada tahun 1632, banyak kapal-kapal kecil yang membawa barang dari laut dan dari pedalaman sampai ke pelabuhan dan tahun 1870, banyak didirikan perusahaan niaga yang berkantor di Kawasan Kali Besar hingga sampai tahun 1960-an, Kawasan di sekitar Kali Besar juga didirikan kantor-kantor Perdagangan Internasional. Jadi nih gaessss, Memang kawasan Batavia merupakan bandar perdagangan Internasional pada waktu itu setelah Banten.


Jembatan Terapung di Kawasan Kali Besar

Kawasan ini juga memiliki jembatan terapung dan Kawasan ini juga sangat tertata dengan rapi dan bersih, banyak sekali turis dari lokal maupun mancanegara yang takjub dengan Kawasan Kali Besar ini, banyak juga yang hunting-hunting kok, gue sama temen gue waktu itu juga hunting kok. Kawasan ini juga nyaman buat santai dan kumpul keluarga sekaligus mengenalkan sejarah kepada keluarga terutama kepada anak dan cucu dan di sekeliling Kawasan Kali Besar juga terdapat bangunan-bangunan heritage peninggalan kolonial yang masih terjaga dengan baik. Waktu yang cocok untuk mengunjungi kawasan ini adalah sore hari, biasanya sore rame Kawasan Kali Besar ini juga terinspirasi dari Sungai Cheonggyecheon yang ada di Seoul, Korea Selatan pokoknya bagus banget deh. Oh iya, btw, gue sekalian cerita juga nih sejarah dari Kawasan Kali Besar ini. Berdasarkan beberapa sumber-sumber yang gue baca tentang Kawasan Kali Besar ini, Kawasan ini merupakan pusat perekonomian dan perdagangan pada masa VOC dimana terdapat bangunan-bangunan untuk pembuatan dan perbaikan kapal kapal serta orang-orang kuli atau budak bekerja. 
Jadi gaessss, pada jaman VOC dulu, kawasan sekitar Kali Besar ini dulunya merupakan kawasan perniagaan bisa dibilang pusat bisnisnya pada masa VOC dulu disini.

Daerah ini juga dipandang sebagai daerah kediaman kelas elit atau orang-orang kaya pada awal abad ke-18 dan menjadi daerah pusat kantor-kantor Perdagangan Internasional. Salah satu contohnya adalah bangunan Toko Merah. Banyak rumah orang Tionghoa yang ada di Kawasan Kali Besar ini yang dibakar pada tahun 1740. 

Dari beberapa sumber yang gue baca juga nih, Kawasan Kali Besar sempat beberapa kali mengalami berubah alih fungsi, setelah Ciliwung diluruskan pada tahun 1632, banyak kapal-kapal kecil yang membawa barang dari laut dan dari pedalaman sampai ke pelabuhan dan tahun 1870, banyak didirikan perusahaan niaga yang berkantor di Kawasan Kali Besar hingga sampai tahun 1960-an, Kawasan di sekitar Kali Besar juga didirikan kantor-kantor Perdagangan Internasional. Jadi nih gaessss, Memang kawasan Batavia merupakan bandar perdagangan Internasional pada waktu itu setelah Banten.




 Kalau dilihat pakai drone pemandangannya bagus banget :)

Kawasan ini juga memiliki jembatan terapung dan Kawasan ini juga sangat tertata dengan rapi dan bersih, banyak sekali turis dari lokal maupun mancanegara yang takjub dengan Kawasan Kali Besar ini, banyak juga yang hunting-hunting kok, gue sama temen gue waktu itu juga hunting kok. Kawasan ini juga nyaman buat santai dan kumpul keluarga sekaligus mengenalkan sejarah kepada keluarga terutama kepada anak dan cucu dan di sekeliling Kawasan Kali Besar juga terdapat bangunan-bangunan heritage peninggalan kolonial yang masih terjaga dengan baik. Waktu yang cocok untuk mengunjungi kawasan ini adalah sore hari, biasanya sore rame banyak yang datang untuk sekedar berfoto maupun duduk-duduk aja. Waktu gue sama temen gue kesini, keliatannya Bagus dan keren banget udah gitu bersih pedestriannya berasa gue lagi di Eropa beneran hahahaha.

Untuk kesininya free kok alias gratis dan kalo mau ke Kawasan ini, engga jauh banget dari Museum Fatahillah 

So tunggu apalagi, Yukk isi liburan dengan berjalan-jalan ke Kawasan Kali Besar menikmati view bangunan bersejarah sekaligus belajar sejarah.

Happy Holiday :)

Komentar

Postingan Populer