SUMPAH PEMUDA DAN MAKNANYA BAGI PEMUDA
Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh
Tepat hari ini tanggal 28 Oktober 2016 bertepatan dengan Hari
Sumpah Pemuda yang merupakan hari yang sangat bersejarah dan selalu diingat
oleh masyarakat Indonesia. Hari ini juga saya akan memposting blog pertama saya
tentang sejarah Sumpah Pemuda dan makna di hari Sumpah Pemuda ini.
A. Sejarah Sumpah Pemuda
Sejarah Sumpah Pemuda merupakan sejarah berawal dari para
pemuda-pemudi Indonesia pada masa itu yang mengikrarkan satu tanah air
Indonesia, satu bangsa Indonesia, satu bahasa Indonesia. Sumpah Pemuda mulai
diikrarkan pada tanggal 28 Oktober 1928 dan berawal dari digelarnya Kongres
Pemuda II. Kongres Pemuda II ini diketuai oleh Sugondo Djojopuspito dari PPPI
(Perhimpunan Pelajar-pelajar Indonesia) dan diikuti oleh golongan kaum pelajar
dari seluruh Indonesia dan diwakili oleh organisasi kaum kepemudaan yaitu:
Ketua : Soegondo Djojopoespito (PPPI)
Wakil Ketua : R.M. Djoko
Marsaid (Jong Java)
Sekretaris : Mohammad Yamin (Jong Sumateranen Bond)
Bendahara : Amir Sjarifuddin (Jong Batak Bond)
Pembantu I : Djohan Mohammad Cai (Jong Islamieten Bond)
Pembantu II : R. Katja Soengkana (Pemoeda Indonesia)
Pembantu III : R.C.I. Sendoek (Jong Celebes)
Pembantu IV : Johanes Leimena (Jong Ambon)
Pembantu V : Mohammad Rochjani Soe'oed (Pemoeda Kaoem Betawi)
Sekretaris : Mohammad Yamin (Jong Sumateranen Bond)
Bendahara : Amir Sjarifuddin (Jong Batak Bond)
Pembantu I : Djohan Mohammad Cai (Jong Islamieten Bond)
Pembantu II : R. Katja Soengkana (Pemoeda Indonesia)
Pembantu III : R.C.I. Sendoek (Jong Celebes)
Pembantu IV : Johanes Leimena (Jong Ambon)
Pembantu V : Mohammad Rochjani Soe'oed (Pemoeda Kaoem Betawi)
Peserta :
· Abdul Muthalib Sangadji
· Purnama Wulan
· Abdul Rachman
· Raden Soeharto
· Abu Hanifah
· Raden Soekamso
· Adnan Kapau Gani
· Ramelan
· Amir (Dienaren van Indie)
· Saerun (Keng Po)
· Anta Permana
· Sahardjo
· Anwari
· Sarbini
· Arnold Manonutu
· Sarmidi Mangunsarkoro
· Assaat
· Sartono
· Bahder Djohan
· S.M. Kartosoewirjo
· Dali
· Setiawan
· Darsa
· Sigit (Indonesische Studieclub)
· Dien Pantouw
· Siti Sundari
· Djuanda
· Sjahpuddin Latif
· Dr.Pijper
· Sjahrial (Adviseur voor inlandsch Zaken)
· Emma Puradiredja
· Soejono Djoenoed Poeponegoro
· Halim
· R.M. Djoko Marsaid
· Hamami
· Soekamto
· Jo Tumbuhan
· Soekmono
· Joesoepadi
· Soekowati (Volksraad)
· Jos Masdani
· Soemanang
· Kadir
· Soemarto
· Karto Menggolo
· Soenario (PAPI & INPO)
· Kasman Singodimedjo
· Soerjadi
· Koentjoro Poerbopranoto
· Soewadji Prawirohardjo
· Martakusuma
· Soewirjo
· Masmoen Rasid
· Soeworo
· Mohammad Ali Hanafiah
· Suhara
· Mohammad Nazif
· Sujono (Volksraad)
· Mohammad Roem
· Sulaeman
· Mohammad Tabrani
· Suwarni
· Mohammad Tamzil
· Tjahija
· Muhidin (Pasundan)
· Van der Plaas (Pemerintah Belanda)
· Mukarno
· Wilopo
· Muwardi
· Wage Rudolf Soepratman
· Nona Tumbel

Kongres Pemuda II ini juga turut dihadiri oleh pemuda Tionghoa yang juga sebagai pengamat seperti:
- Kwee Thiam Hong
- John Lauw Tjoan Hok
- Oey Kay Siang
- Tjoi Djien Kwie
Turut dihadiri juga 2 perwakilan dari Papua yakni Aitai
Karubaba dan Poreu Ohee. serta ada juga pemuda dari keturunan Arab di Indonesia
yakni, AR Baswedan. AR Baswedan mengadakan Kongres di Semarang, Jawa Tengah
dan mengumandangkan Sumpah Pemuda Keturunan Arab.
Kongres
dilaksanakan di tiga gedung yang berbeda dan dibagi dalam tiga kali rapat. di tiga tempat berbeda oleh organisasi Perhimpunan
Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI) yang beranggotakan pelajar dari seluruh
wilayah Indonesia.
Gagasan penyelenggaraan Kongres Pemuda II berasal dari
Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI), sebuah organisasi pemuda yang
beranggota pelajar dari seluruh Indonesia. Atas inisiatif dari PPPI, kongres
dilaksanakan di tiga gedung yang berbeda dan dibagi dalam tiga kali rapat.
Rapat pertama, dilaksanakan pada hari Sabtu, 27 Oktober 1928, di Gedung
Katholieke Jongenlingen Bond (KJB), Waterlooplein (sekarang Lapangan Banteng).
Dalam sambutannya, ketua PPPI Sugondo Djojopuspito berharap kongres ini dapat
memperkuat semangat persatuan dalam sanubari para pemuda. Acara dilanjutkan
dengan uraian Moehammad Yamin tentang arti dan hubungan persatuan dengan
pemuda. Menurutnya, ada lima faktor yang bisa memperkuat persatuan Indonesia
yaitu sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan
Rapat kedua, Minggu, 28 Oktober 1928, di Gedung Oost-Java Bioscoop, membahas masalah pendidikan. Kedua pembicara, Poernomowoelan dan Sarmidi Mangoensarkoro, berpendapat bahwa anak harus mendapat pendidikan kebangsaan, harus pula ada keseimbangan antara pendidikan di sekolah dan di rumah. Anak juga harus dididik secara demokratis.
Pada rapat ketiga yang merupakan rangkaian rapat penutup, di gedung Indonesische Clubgebouw di Jalan Kramat Raya 106, Sunario menjelaskan pentingnya nasionalisme dan demokrasi selain gerakan kepanduan. Sedangkan Ramelan mengemukakan, gerakan kepanduan tidak bisa dipisahkan dari pergerakan nasional. Gerakan kepanduan sejak dini mendidik anak-anak disiplin dan mandiri, hal-hal yang dibutuhkan dalam perjuangan.
Dari Kongres Pemuda
II inilah yang menghasilkan isi dari Sumpah Pemuda tersebut. Isi dari Sumpah
Pemuda adalah:

Pertama: Kami
poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah
Indonesia.
Kedoea: Kami poetra
dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Ketiga: Kami poetra dan
poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.
B. Makna Sumpah Pemuda
Makna dari Sumpah Pemuda bagi saya adalah Pemuda itu harus
profesional, berdedikasi tinggi, dan memiliki visioner. Maksudnya adalah
pemuda itu harus bisa mengembangkan ide-ide secara kreatif & dari hasil
ide-ide kreatif itulah yang akan dijadikan sebuah dedikasi demi keberhasilan
suatu usaha yang diraih oleh para pemuda. Pemuda juga harus memiliki
pandangan ke depan (visioner) bukan hanya sebuah cita-cita atau angan-angan
saja tetapi juga membuat suatu planning atau perencanaan dalam membangun bangsa
ini sebagai bangsa yang kokoh karena para pemuda inilah yang akan menjadi calon
penerus generasi bangsa ini. Bahkan Bung Karno pernah berkata "Beri aku 10
Pemuda, Niscaya akan kuguncangkan dunia". Kalimat ini meupakan kalimat
sakti yang diucapkan Bung Karno. Kalimat dari Bung Karno inilah yang harus kita
ingat terus dalam diri kita bahwa pemuda juga harus bisa berkontribusi bagi bangsa
ini. Karena masa depan bangsa ini ada di tangan generasi para pemuda. Pemuda
inilah yang nantinya akan menjawab berbagai tantangan sesuai dengan konteksnya.
Oleh karena itu, Pemuda lah yang harus menjadi tulang punggung bagi bangsa ini
untuk sama-sama membangun bangsa Indonesia ini menjadi bangsa yang tetap terus
kokoh dan tetap terus terjaga persatuan dan kesatuan. Kita juga sebagai pemuda
harus bisa membuat sesuatu yang terbaik bagi bangsa ini seiring dengan
perkembangan zaman.
Demikian postingan blog yang saya sampaikan, semoga blog ini
dapat bermanfaat bagi kita semua. Mohon maaf apabila ada kekurangan dalam blog
ini. Terima kasih. Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.
Sumber:
http://semangatpemuda-indonesia.blogspot.co.id/p/sejarah-sumpah-pemuda.html
http://sejarahrakyat.blogspot.co.id/2015/08/sejarah-sumpah-pemuda-singkat-lengkap.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Sumpah_Pemuda
https://id.wikipedia.org/wiki/Kongres_Pemuda_Kedua


Komentar
Posting Komentar